Menteri PU Dody Hanggodo Pulihkan Akses Masyarakat Melalui Jembatan Krueng Tingkeum

Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum di Bireuen resmi beroperasi penuh. (Foto: NET)
Penulis: Redaksi
Senin, 21 September 2026 | 22:31:00 WIB

BIREUEN, ACEH — Akses vital yang menghubungkan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara akhirnya kembali tersambung secara permanen. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi mengoperasikan secara penuh Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum yang berlokasi di jalur nasional Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, pada Minggu (20/9/2026).

Rampungnya proyek infrastruktur ini menjadi titik terang pemulihan mobilitas masyarakat serta jalur distribusi logistik yang sebelumnya sempat lumpuh akibat bencana hidrometeorologi pada 26 November 2025 silam.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, peresmian jembatan ini merupakan langkah krusial untuk mengembalikan urat nadi perekonomian di lintas timur Sumatera.

"Sesuai dengan target pelaksanaan, hari ini telah beroperasi Jembatan Krueng Tingkeum (Jembatan Kutablang) sebagai bagian pemulihan Koridor Lintas Timur Aceh-Sumut. Percepatan penanganan permanen terus dilakukan agar dapat segera difungsikan secara optimal," ujar Menteri Dody Hanggodo.

Infrastruktur baru ini dibangun dengan spesifikasi teknis yang lebih tangguh terhadap risiko bencana. Berdimensi panjang 149,7 meter, jembatan ini menggunakan struktur baja girder yang diaplikasikan melalui metode konstruksi incremental launching. 

Selama masa pembangunan dan tanggap darurat pascabencana lalu, arus lalu lintas di kawasan ini sempat ditopang oleh jembatan sementara (bailey) hasil kolaborasi antara Kementerian PU dan TNI.

Kini, dengan berdirinya struktur permanen, penyelesaian proyek ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah pusat dalam merespons krisis infrastruktur akibat bencana alam di wilayah Sumatera.

"Beroperasinya Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum secara penuh turut menjadi bagian dari tindak lanjut pemerintah dalam menangani dampak bencana di Sumatera. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah untuk menangani dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat serta memastikan masyarakat terdampak mendapatkan dukungan pemerintah," jelas Dody.

Meski jembatan telah dibuka penuh, pihak Kementerian PU memastikan pemantauan arus lalu lintas akan tetap berjalan. 

Monitoring ini melibatkan unsur Kepolisian, dinas perhubungan, serta pemerintah daerah setempat guna menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Menteri Dody berharap, kembalinya akses jalur nasional ini dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha dan masyarakat luas.

"Penanganan Jembatan Krueng Tingkeum sejalan dengan semangat PU 608, melalui pembangunan infrastruktur yang memperkuat konektivitas, mendukung produktivitas, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Berfungsinya infrastruktur strategis ini diharapkan turut memperlancar aktivitas perdagangan, distribusi barang dan jasa, serta pergerakan ekonomi antara Aceh dan Sumatera Utara," pungkasnya.

Reporter: Redaksi