JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah proaktif untuk menyelamatkan ratusan ribu hektare lahan pertanian dari ancaman gagal panen akibat kemarau panjang.

Melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pemerintah berupaya keras menjaga debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum agar pasokan irigasi ke lumbung pangan tetap terjaga.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan, ketersediaan air di sistem Citarum menjadi urat nadi bagi sektor pertanian di Jawa Barat.

Oleh karena itu, pihaknya terus memastikan air dapat mengalir optimal melalui ribuan kilometer jaringan irigasi yang ada.

"Di tengah kondisi kemarau panjang, fokus utama kami adalah memastikan air dari hulu tetap tersedia. Khusus untuk sistem Jatiluhur saja, kita harus menopang sekitar 240 ribu hektare lahan yang bergantung pada hampir 2.300 kilometer jaringan irigasi utama, sekunder, dan tersier," ujar Menteri Dody Hanggodo di Jakarta.

Secara keseluruhan, jaringan irigasi di DAS Citarum memegang peranan vital karena melayani sekitar 522.861 hektare lahan pertanian.

Guna mempertahankan ketersediaan air pada skala raksasa tersebut, Kementerian PU menggandeng TNI Angkatan Udara (AU), Perum Jasa Tirta (PJT) II, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menggelar Operasi Modifikasi Cuaca pada 18–22 September 2026.

Menteri Dody menjelaskan bahwa operasi penyemaian awan tersebut difokuskan pada daerah tangkapan air (catchment area) di tiga bendungan utama, yakni Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur.

"Alhamdulillah, hujan yang turun dari operasi ini sangat membantu menambah pasokan air ke sistem waduk kita. Air ini kemudian dikelola dan dialirkan melalui sistem irigasi untuk menjaga lebih dari setengah juta hektare sawah. Dampaknya luar biasa, kita sedang mengamankan potensi produksi lebih dari 3 juta ton gabah dalam satu musim tanam ini," papar Dody.

Manuver strategis di DAS Citarum ini bukan sekadar penanganan krisis air biasa, melainkan implementasi langsung dari visi besar ketahanan pangan nasional.

Menurut Dody, langkah terintegrasi ini merupakan bentuk dukungan penuh Kementerian PU terhadap instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

"Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo untuk menjaga swasembada pangan, maka sistemnya harus dijaga penuh. Filosofi kerjanya jelas: air dijaga dari hulunya, tampungan diperkuat, dan jaringan irigasi dipastikan bekerja. Tujuannya satu, agar produksi pangan tetap berjalan sampai ke sawah-sawah petani tanpa hambatan," tutup Dody.

Reporter: Redaksi