Telkom Klaim Jaringan di NTT 100 Persen Pulih Tiga Hari Usai Gempa Flores, Ini Strategi Mitigasinya

Jaringan telekomunikasi di NTT dinyatakan pulih 100 persen tiga hari pascagempa Flores.
Penulis: Redaksi
Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:21:31 WIB

BADUNG — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyatakan kesiapan infrastruktur telekomunikasinya dalam menghadapi bencana alam, salah satunya dengan memperkuat sistem kelistrikan cadangan. Langkah ini terbukti efektif saat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 menerjang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026.

Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini mengatakan, jaringan perusahaan dibangun dengan mempertimbangkan aspek redundancy atau cadangan. Hal ini berlaku tidak hanya untuk jalur data, tetapi juga untuk sistem tenaga listrik yang menjadi nyawa operasional jaringan.

"Jaringan kami itu sudah dibangun dengan mempertimbangkan redundancy (cadangan)," kata Dian di sela forum Batic 2026 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa.

Baterai dan Genset Jadi Bantalan Saat Listrik PLN Padam

Dian menjelaskan, jaringan fiber optik Telkom memiliki lingkaran konfigurasi yang saling terhubung. Ketika satu titik terputus, trafik data secara otomatis dialihkan ke jalur lain yang masih aman.

Untuk urusan kelistrikan, perusahaan pelat merah ini tidak hanya bergantung pada pasokan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Telkom menyiapkan energi cadangan berupa baterai dan genset di berbagai titik strategis.

Sumber tenaga alternatif itulah yang menjadi bantalan ketika aliran listrik utama terganggu pascagempa. Dengan begitu, layanan telekomunikasi tetap menyala saat masyarakat paling membutuhkan.

Pemulihan Total di NTT dan Dukungan untuk Korban

Berkat sistem mitigasi tersebut, kondisi konektivitas internet dan layanan telekomunikasi di NTT dilaporkan pulih 100 persen. Proses pemulihan ini berlangsung relatif cepat, yakni sekitar tiga hari setelah gempa pertama terjadi.

Tak hanya memulihkan infrastruktur, BUMN telekomunikasi itu juga menghadirkan akses internet gratis di sejumlah posko pengungsian. Layanan ini membantu korban terdampak untuk berkomunikasi dengan keluarga, mengakses informasi, dan menunjang koordinasi penanganan darurat.

"Jadi setelah peralatan untuk kebutuhan cadangan kelistrikan, kami juga kerahkan personel lebih banyak untuk membantu mengoperasikan dan kami juga menyalurkan bantuan untuk korban terdampak gempa NTT," ujar Dian.

Bantuan Kemanusiaan Tersebar di Lima Wilayah Terdampak

Di luar pemulihan jaringan, Telkom menyalurkan bantuan kemanusiaan ke lima wilayah terdampak gempa. Kelima daerah tersebut adalah Nagekeo, Reo, Ruteng, Maumere, dan Bima.

Bantuan yang diberikan mencakup bahan makanan dan sembako, kebutuhan bayi dan anak, serta logistik rumah tangga. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendampingi masyarakat tidak hanya dari sisi konektivitas, tetapi juga kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.

Reporter: Redaksi