Rp 24,7 Juta untuk Panasonic Lumix L10: Zoom 24-75mm dalam Genggaman

Panasonic Lumix L10 resmi hadir dengan lensa zoom 24-75mm dan banderol harga Rp 24,7 juta.
Penulis: Redaksi
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 03:01:02 WIB

NAVIGASI.CO.ID — Pasar kamera compact kembali ramai setelah tren yang dipicu media sosial, dan Panasonic ikut meramaikannya lewat Lumix L10. Berbeda dari Fujifilm X100 VI atau Ricoh GR yang menggunakan lensa fixed, L10 hadir dengan lensa zoom 24-75mm setara full-frame dengan bukaan f/1.7-2.8. Rentang zoom ini memberi ruang lebih luas bagi pengguna untuk membidik subjek dari jarak berbeda, baik saat acara kumpul keluarga, pesta, maupun perjalanan wisata.

Spesifikasi Utama Panasonic Lumix L10

  • Sensor: 20,3 MP Four Thirds (versi crop dari sensor 26,5 MP GH9 II)
  • Lensa: Leica 24-75mm f/1.7-2.8, fokus makro hingga 3 cm
  • Autofokus: Phase Hybrid AF 779 titik dengan deteksi subjek AI (manusia, hewan, kendaraan)
  • Kecepatan burst: 9 fps (mechanical), 30 fps (electronic)
  • Layar: LCD lipat 1,8 juta dot, EVF 2,34 juta dot
  • Baterai: DMW-BLK22, 420 shot (hingga 1.000 dalam mode hemat), 100 menit video 4K 60p
  • Slot kartu: SD UHS II dengan kompartemen terpisah
  • Berat: 508 gram (termasuk baterai dan kartu)

Desain dan Kelengkapan Kontrol

Bobot L10 naik cukup signifikan dibanding pendahulunya, LX100 II yang hanya 392 gram. Konsekuensinya, kamera ini tidak lagi nyaman dimasukkan ke saku celana. Grip-nya memang tidak besar, tapi cukup dalam untuk memberikan pegangan yang mantap saat dipakai memotret dalam waktu lama.

Panasonic membekali L10 dengan dua dial pengaturan di bagian atas dan belakang, satu tombol pemilih mode foto/video/S&Q, serta 12 tombol yang bisa diprogram ulang. Ada juga sakelar empat posisi untuk mengubah rasio aspek: 4:3, 3:2, 16:9, dan 1:1. Dial shutter speed dan exposure compensation yang ada di LX100 II justru dihilangkan, dan hal ini tidak terlalu terasa kehilangannya.

Performa Autofokus dan Kecepatan Burst

Peningkatan terbesar L10 ada pada sistem autofokus. LX100 II masih memakai contrast-detect yang cenderung lambat dan ragu, sementara L10 sudah beralih ke phase hybrid AF dengan 779 titik. Saat diuji untuk memotret satwa liar dan manusia dalam mode burst, tingkat ketajaman hasil jepretan cukup tinggi, meski masih di bawah keandalan kamera Sony atau Canon terbaru.

Deteksi subjek AI bekerja baik untuk manusia, anjing, dan rusa. Namun, saat digunakan di hutan dengan latar kompleks, sistem sesekali kehilangan jejak subjek. Untuk fotografi makro, sakelar khusus memungkinkan fokus sedekat 3 cm pada sudut 24mm, yang berguna untuk memotret serangga atau bunga.

Kualitas Gambar dan Video

Sensor baru menghasilkan foto 20,3 MP yang lebih tajam dibanding 17 MP milik LX100 II. Lensa zoom Leica yang dipertahankan dari generasi sebelumnya masih terbukti cepat dan cukup tajam di berbagai rentang fokal. Rentang dinamisnya baik untuk kamera sekelas compact, dan pilihan rasio aspek yang beragam memberi fleksibilitas kreatif langsung di kamera tanpa perlu cropping di pasca-produksi.

Untuk video, L10 mendukung perekaman 4K 60p. Sayangnya, stabilisasi hanya mengandalkan lens-shift dari lensa, bukan in-body stabilization seperti yang dimiliki X100 VI. Efeknya cukup terasa saat merekam video sambil berjalan—guncangan masih tampak jelas. Untuk foto diam, sistem ini masih membantu hingga kecepatan rana sekitar 1/5 detik.

Baterai dan Slot Kartu yang Praktis

Dua hal yang jarang ditemui di kamera compact kelas ini: L10 memakai baterai DMW-BLK22 yang sama dengan kamera Panasonic lain, jadi pengguna yang sudah punya ekosistem Lumix bisa berbagi baterai cadangan. Daya tahannya juga impresif—420 jepretan per charge, atau hingga 1.000 jepretan dalam mode hemat daya. Slot SD UHS II juga diletakkan di kompartemen terpisah, sehingga mengganti kartu tidak perlu membuka penutup baterai.

Kesimpulan

Panasonic Lumix L10 adalah pilihan tepat bagi pengguna yang ingin naik kelas dari smartphone tapi tetap menginginkan fleksibilitas zoom. Lensa 24-75mm membuatnya lebih praktis untuk berbagai situasi dibanding kamera compact fixed-lens, dan sistem autofokus hybrid-nya menjadi peningkatan besar dari pendahulunya.

Di harga US$ 1.500 (sekitar Rp 24,7 juta), L10 bersaing ketat dengan Fujifilm X100 VI dan Sony RX100 VII. Kekurangan utamanya adalah tidak adanya stabilisasi in-body dan bobot yang lebih berat. Namun, bagi pengguna yang mengutamakan fleksibilitas komposisi dan kecepatan autofokus, L10 menawarkan paket yang lebih lengkap. Di pasar Indonesia, kamera ini bisa menjadi alternatif menarik bagi kreator konten yang butuh perangkat ringkas untuk kebutuhan foto dan video harian.

Reporter: Redaksi