Produktivitas 5.000 Kampung Nelayan Jadi Fokus Utama KKP

Menteri Kelautan dan Perikanan Trenggono memimpin konsolidasi internal untuk fokus pada peningkatan produktivitas 5.000 kampung nelayan di Jakarta, Senin (31/8).
Penulis: Redaksi
Selasa, 01 September 2026 | 00:02:16 WIB

NAVIGASI.CO.ID — Trenggono menegaskan bahwa perbaikan kampung nelayan tidak boleh sekadar merenovasi rumah. "Merubah taraf hidup bukan diperbaiki rumahnya, tetapi produktivitasnya," katanya saat konsolidasi internal KKP di Jakarta, Senin (31/8).

Program dirancang berdasarkan temuan di lapangan sejak ia menjabat Menteri KKP pada 2020. Di Biak, Papua, pengembangan kawasan dimulai dengan pemetaan kebutuhan warga. "Research dulu apa yang mereka butuhkan," ujarnya.

Fasilitas yang dibangun meliputi stasiun pengisian bahan bakar nelayan, pabrik es, cold storage, bengkel nelayan, balai nelayan, fasilitas kuliner, hingga kantor pengelola. Infrastruktur pascapanen ini menjadi tulang punggung rantai pasok perikanan ke pasar.

Target 5.000 Kampung hingga 2029

Pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia hingga 2029. Ini satu dari enam program prioritas nasional sektor kelautan dan perikanan.

Lima lainnya: integrasi tambak udang dan revitalisasi tambak Pantai Utara Jawa, budidaya tematik di 40.000 desa, modernisasi kapal penangkap ikan, serta swasembada garam. Trenggono menyebut setiap program punya model berbeda sesuai karakteristik masyarakat. Untuk budidaya, KKP tengah menjajaki teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) demi efisiensi. "Program besar swasembada protein ini bukan hanya penyediaan protein, tetapi juga menjadi sumber devisa negara," katanya.

Pengawasan: Integritas Tanpa Kompromi

Besarnya anggaran dan skala pekerjaan menuntut kepatuhan ketat. Trenggono mengingatkan jajaran KKP agar tidak menyalahgunakan kepercayaan. "Siapapun yang melakukan itu harus ditindak tegas. Ini kepercayaan," tegasnya.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menambahkan program harus tepat sasaran dan objektif. Setiap tahapan pekerjaan memiliki alat ukur yang jelas. "Amanah perlu dikawal. Tepat sasaran, integritas, sistem jangan dimainkan," kata Didit di kesempatan sama. Ia menekankan percepatan program tidak boleh mengabaikan prosedur. "Kerja cepat, kerja cerdas, kerja ikhlas," ujarnya.

KKP akan terus melakukan konsolidasi internal agar seluruh jajaran memahami target dan mekanisme pelaksanaan. Dengan pendekatan berbasis kebutuhan, program diharapkan berdampak langsung pada taraf hidup nelayan dan daya saing perikanan nasional.

Reporter: Redaksi