Breaking

3 Hari APMF 2026 di Bali Bahas Blueprint Pemasaran di Tengah Disrupsi AI, Ratusan Praktisi Media dan Brand Hadir

HA
Rabu, 05 Agustus 2026
3 Hari APMF 2026 di Bali Bahas Blueprint Pemasaran di Tengah Disrupsi AI, Ratusan Praktisi Media dan Brand Hadir
Ratusan praktisi media dan brand menghadiri pembukaan Asia Pacific Media Forum (APMF) 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Rabu (5/8/2026).

MANGUPURA — Ratusan pemangku kepentingan di bidang pemasaran dan komunikasi berkumpul di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, untuk menghadiri Asia Pacific Media Forum (APMF) 2026. Forum yang berlangsung hingga 7 Agustus ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan ruang kerja untuk menguji model bisnis dan strategi branding yang relevan untuk dekade berikutnya.

Chairman APMF Andhi Sadha menegaskan bahwa forum ini lahir dari kebutuhan mendesak industri untuk beradaptasi. Menurutnya, para marketer korporasi maupun media harus bergerak cepat menyesuaikan diri dengan lanskap teknologi yang berubah drastis.

Mengapa AI Menjadi Bahasan Utama di APMF 2026?

Percepatan transformasi digital dan adopsi artificial intelligence (AI) disebut sebagai faktor utama yang memaksa industri pemasaran mencari formula baru. Andhi menjelaskan, perilaku konsumen yang terus bergeser menuntut para pelaku industri untuk tidak lagi bekerja dengan pola lama.

"Kami berkumpul untuk saling bertukar pikiran, merumuskan cara-cara baru untuk menemukan teknik maupun sharing. Berkumpul untuk saling membantu menemukan cara-cara baru untuk berkomunikasi di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat maupun perubahan perilaku konsumen," jelas Andhi kepada media, Rabu (5/8/2026).

Forum ini dirancang untuk menghasilkan wawasan yang lebih tajam daripada sekadar tren sesaat. Para peserta diharapkan pulang dengan pegangan konkret untuk mengambil keputusan strategis, termasuk dalam hal alokasi anggaran dan arah pemasaran tahun depan.

Bukan Sekadar Diskusi, Targetnya Implementasi Nyata

APMF 2026 memposisikan diri sebagai katalis perubahan. Selama tiga hari, para peserta tidak hanya mendengarkan paparan, tetapi juga diajak untuk menguji ide dan mengeksplorasi kemungkinan baru dalam ekosistem pemasaran yang makin kompleks.

Harapannya, rumusan yang didapatkan di forum ini bisa langsung diimplementasikan di industri masing-masing. "Karena semua ekosistemnya berkumpul bersama ketika nanti kembali di tempat mereka bekerja, intinya ada pegangan ke depan," ujar Andhi.

Penyelenggaraan di Bali dipilih bukan tanpa alasan. Selain infrastruktur kelas dunia di BNDCC, Pulau Dewata dinilai mampu memberikan ruang bagi para peserta untuk berpikir jernih dan berdiskusi mendalam. Lokasi ini diharapkan mendukung terciptanya kolaborasi lintas sektor yang lebih cair dan produktif.

Dengan beragamnya isu yang diangkat, mulai dari strategi konten hingga pemanfaatan data, APMF 2026 menjadi barometer arah industri pemasaran di kawasan Asia Pasifik. Forum ini juga menjadi ajang bagi pelaku industri lokal untuk menyamakan persepsi dengan standar global.

Para peserta yang hadir mewakili berbagai lapisan industri, mulai dari pemimpin brand, agensi kreatif, hingga pengelola platform media. Kehadiran mereka menegaskan bahwa kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menghadapi disrupsi yang terjadi saat ini.

Sumber: bali.bisnis.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua