Breaking

Telkom Kerahkan 200 BTS Bertenaga Genset demi Pulihkan Telepon di Flores Pasca-Gempa M 7,7

RE
Senin, 17 Agustus 2026
Telkom Kerahkan 200 BTS Bertenaga Genset demi Pulihkan Telepon di Flores Pasca-Gempa M 7,7
Telkom mengerahkan 200 BTS bertenaga genset untuk memulihkan layanan telepon di Flores pasca-gempa M 7,7.

BALI — Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada pukul 05.58 WITA, tidak hanya mengguncang bangunan tetapi juga melumpuhkan infrastruktur telekomunikasi di sekitarnya. Telkom Indonesia mencatat, hingga pukul 07.00 WIB, sebanyak 200 BTS di 10 kabupaten dan kota di NTT mengalami gangguan. Kerusakan ini membuat sebagian besar warga Flores kesulitan melakukan panggilan telepon maupun mengakses data internet.

Listrik Padam Jadi Biang Kerok Utama

Executive Vice President Telkom Regional III, Rachmad Dwi Hartanto, menjelaskan bahwa akar masalah gangguan ini bukan hanya pada perangkat jaringan yang rusak. Pasokan listrik yang terputus pasca-gempa menjadi faktor dominan yang membuat BTS tidak bisa beroperasi.

"Proses pemulihan infrastruktur telekomunikasi saat ini sangat bergantung pada stabilitas pasokan listrik yang berasal dari fasilitas kelistrikan daerah," ujar Rachmad dalam keterangan resminya.

Genset Darurat Dikerahkan, Perbaikan Dikebut

Untuk mengatasi ketergantungan pada listrik negara tersebut, TelkomGroup mengambil langkah darurat. Perusahaan mengaktifkan genset tambahan dengan kapasitas terbatas sebagai penopang sementara. Langkah ini dilakukan agar perangkat jaringan yang masih berfungsi tetap menyala dan proses pemulihan layanan bisa berjalan meski bertahap.

Rachmad menambahkan, seluruh tim teknis di lapangan telah dikerahkan secara maksimal. Fokus utama mereka adalah mempercepat perbaikan fisik BTS yang rusak serta memastikan genset terdistribusi ke titik-titik strategis.

"Seluruh tim teknis dan sumber daya telah dikerahkan maksimal untuk mempercepat perbaikan agar layanan telekomunikasi kembali normal," tambahnya.

Permintaan Maaf dan Apresiasi ke Pelanggan

Di tengah upaya pemulihan yang masih berlangsung, Telkom menyadari bahwa masyarakat sangat bergantung pada layanan telepon untuk berkomunikasi dengan keluarga, terutama di masa tanggap darurat bencana. Gangguan ini tentu menimbulkan kesulitan bagi banyak pihak.

Atas situasi tersebut, Rachmad menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada seluruh pelanggan dan masyarakat atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh bencana alam ini. Dia juga mengapresiasi dukungan dan kesabaran masyarakat selama tim teknis bekerja di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, proses perbaikan infrastruktur masih terus dikebut. Telkom memastikan bahwa pemulihan layanan akan dilakukan secara bertahap, dengan prioritas pada area yang paling terdampak dan membutuhkan akses komunikasi darurat.

Sumber: achmadnurhidayat.id

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua