Breaking

Jajaran Pemprov Bali Gelar Persembahyangan di Pura Agung Besakih, Gubernur Koster Mohon Kelancaran Pembangunan Sekala-Niskala

HE
Jumat, 14 Agustus 2026
Jajaran Pemprov Bali Gelar Persembahyangan di Pura Agung Besakih, Gubernur Koster Mohon Kelancaran Pembangunan Sekala-Niskala
Gubernur Bali Wayan Koster memimpin persembahyangan di Pura Agung Besakih, Karangasem, Kamis (13/2/2025).

KARANGASEM — Rangkaian peringatan HUT Ke-68 Provinsi Bali diawali dengan upacara spiritual di pura terbesar di Pulau Dewata. Gubernur Bali Wayan Koster bersama Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, serta jajaran pimpinan perangkat daerah mengikuti prosesi persembahyangan di Pura Agung Besakih, Kamis.

Upacara Ngaturang Pekeling ini dipimpin oleh Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun dari Kadatuan Kawista Pura, Grya Belatungan, Tabanan. Gubernur Koster menegaskan bahwa ritual ini merupakan wujud komitmen Pemprov Bali dalam menjaga keseimbangan pembangunan, tidak hanya berorientasi pada capaian fisik dan ekonomi semata.

Makna Spiritual di Balik Upacara HUT Ke-68

Menurut Koster, pembangunan Bali tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai spiritual yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat. Melalui persembahyangan ini, jajaran Pemprov Bali memohon agar seluruh upaya pembangunan senantiasa memperoleh restu dan tuntunan.

"Jajaran Pemprov Bali menghaturkan bhakti sekaligus memohon agar seluruh upaya pembangunan Bali senantiasa memperoleh restu dan tuntunan, serta dianugerahi kerahayuan, keselamatan, kelancaran, dan kekuatan dalam menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat," kata Koster dalam keterangan resmi yang diterima di Denpasar.

Refleksi Pembangunan yang Seimbang untuk Generasi Mendatang

Momentum HUT Ke-68 ini dimanfaatkan pemerintah daerah sebagai ruang refleksi untuk memperkuat komitmen menjaga keharmonisan pembangunan. Gubernur berharap kemajuan yang dicapai tetap selaras dengan upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam, manusia, serta kebudayaan Bali yang berakar pada kearifan lokal.

"Semangat tersebut sejalan dengan arah pembangunan Bali yang menempatkan keseimbangan antara aspek material dan spiritual sebagai fondasi dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan bahagia secara sekala-niskala," ujarnya.

Koster menambahkan, seluruh rangkaian Ngaturang Pekeling berlangsung khidmat sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus permohonan agar Bali senantiasa berada dalam keadaan rahayu, aman, damai, dan harmonis. Ia menegaskan bahwa setiap proses pembangunan diharapkan tidak semata-mata mengejar target fisik dan ekonomi, tetapi juga menjaga jati diri serta keberlanjutan Bali bagi generasi mendatang.

Melalui peringatan HUT kali ini, Pemprov Bali meneguhkan kembali semangat melanjutkan pembangunan dengan tetap menjaga keseimbangan sekala-niskala, sehingga kemajuan yang diraih memberikan manfaat nyata bagi masyarakat saat ini tanpa mengorbankan kelestarian alam dan budaya Bali.

Sumber: bali.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua