Breaking

HUT ke-50 Perumda Tirta Mangutama, 2.000 Bibit Mangrove Ditanam di Pesisir Badung

RE
Sabtu, 19 September 2026
HUT ke-50 Perumda Tirta Mangutama, 2.000 Bibit Mangrove Ditanam di Pesisir Badung

BADUNG — Aksi penanaman 2.000 bibit mangrove itu menyasar kawasan pesisir yang berdekatan langsung dengan infrastruktur vital daerah, yakni sumber air baku utama milik pemerintah daerah di kawasan Estuari. Fasilitas tersebut menyuplai kebutuhan air bersih bagi lebih dari 84.000 pelanggan Perumda Tirta Mangutama yang tersebar di seluruh Kabupaten Badung.

Kegiatan yang digelar Jumat (18/9) itu dihadiri Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama I Wayan Suyasa bersama seluruh jajaran direksi perusahaan, Ketua DWP Kabupaten Badung Nyonya Oliviana Surya Suamba, perwakilan Dinas Sosial, komunitas Gerakan Badung Peduli, serta kelompok nelayan setempat dan masyarakat sekitar.

Mangrove Dinilai Benteng Alami Kawasan Pesisir

Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menilai langkah konservasi yang diambil Perumda Tirta Mangutama layak ditiru pihak lain. Menurutnya, menanam dan menjaga hutan bakau bukan sekadar menanam pohon.

"Langkah nyata yang diambil oleh Perumda Tirta Mangutama ini patut dijadikan teladan bagi kita semua. Menanam dan menjaga hutan bakau bukan sekadar menanam pohon, melainkan menjaga keseimbangan alam, memperkuat benteng pelindung wilayah pesisir dari abrasi, serta menjaga keasrian wajah Bali dan Badung yang menjadi daya tarik dunia," ujar Nyonya Rasniathi Adi Arnawa.

Lokasi penanaman dinilai strategis karena berdekatan dengan sumber air baku utama. Perlindungan ekosistem pesisir di kawasan itu disebut berkaitan langsung dengan keberlanjutan pasokan air bersih untuk wilayah Badung.

Komitmen Perawatan Berkala Bibit Mangrove

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama I Wayan Suyasa menyebut mangrove sebagai benteng alami yang tidak tergantikan. Selain melindungi daratan dari gerusan air laut dan intrusi air asin, mangrove juga menjadi rumah bagi keseimbangan ekosistem hayati pesisir.

"Bagi kami, mangrove adalah benteng alami yang tak tergantikan melindungi daratan dari gerusan air laut dan intrusi air asin, sekaligus menjadi rumah bagi keseimbangan ekosistem hayati pesisir," jelas I Wayan Suyasa.

Manajemen menegaskan perlindungan ekosistem hijau di kawasan pesisir merupakan pilar utama menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih jangka panjang. Perusahaan juga berkomitmen melakukan perawatan berkala dan berkelanjutan terhadap bibit yang telah ditanam agar tumbuh subur dan bermanfaat dalam jangka panjang.

"Merawat alam berarti menjaga keberlangsungan hidup dan kualitas layanan bagi masyarakat. Kami juga berkomitmen penuh untuk melakukan perawatan berkala dan berkelanjutan terhadap bibit yang telah ditanam agar tumbuh subur dan bermanfaat jangka panjang," tegasnya.

Manajemen menguraikan filosofi gerakan ini sebagai bentuk akuntabilitas publik dan tanggung jawab moral perusahaan terhadap ekosistem yang menjadi sumber kehidupan masyarakat luas. Aksi penghijauan tersebut sekaligus menandai setengah abad perjalanan Perumda Air Minum Tirta Mangutama sebagai badan usaha milik daerah Kabupaten Badung.

Sumber: baliekbis.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua