DENPASAR — Penyerahan bantuan berlangsung di Jaya Sabha, Denpasar, dan disaksikan langsung oleh sejumlah penerima dari Buleleng. Nilai bantuan bervariasi sesuai kebutuhan dan peruntukan masing-masing kelompok, mulai dari Rp 50 juta sampai Rp 350 juta. Seluruh dana dialokasikan untuk kegiatan yang berkaitan dengan adat, seni, dan pelestarian budaya.
Siapa Saja Penerima Bantuan CSR St Regis di Buleleng?
Penerima bantuan meliputi Br. Adat Bukit Seni, Desa Sembiran, Buleleng, serta Sekehe Angklung Genta Kencana, Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu. Ada pula Sekaa Baris Buleleng, Desa Adat Pacung, Kecamatan Tejakula, yang menerima dukungan serupa.
Bantuan juga disalurkan kepada Sekaa Teruna Semeton Dukuh Kauh, Desa Sembiran, dan kelompok pengadaan seragam Karang Wreda Samirana Santhi, Desa Sembiran. Penerima berikutnya adalah Sekaa Gambuh Desa Adat Pacung, Buleleng, serta Pengempon Pura Merajan Bengkel Buleleng Bendesa Mas, Desa Bengkel.
Dukungan tersebut diharapkan menunjang kegiatan adat, seni tradisi, serta kebutuhan pelestarian budaya di masing-masing wilayah penerima.
Koster Minta Bantuan Digunakan Bertanggung Jawab
Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada St Regis atas dukungan yang diberikan bagi kelompok seni dan masyarakat adat di Bali. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepercayaan terhadap upaya pelestarian kebudayaan Bali.
"Terima kasih atas CSR dari St Regis untuk melestarikan budaya Bali dan seni tradisi. Gunakan dengan baik dan bertanggung jawab," ujar Koster.
Koster meminta seluruh penerima memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya. Ia menekankan agar dukungan tersebut memberikan manfaat nyata bagi keberlangsungan kegiatan adat dan seni tradisi.
Menurut Koster, Bali memiliki kekayaan adat dan budaya yang unik. Kekayaan tersebut perlu dijaga bersama-sama agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
"Bali hanya punya adat dan seni budaya yang unik. Kita harus melestarikan semuanya," kata Koster.
St Regis Sebut CSR Bagian dari Komitmen Perusahaan
Direktur Marketing dan Komunikasi St Regis, Clarissa Claudia, mengatakan pemberian CSR tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap pelestarian adat dan budaya Bali. Menurut Clarissa, St Regis berupaya mendukung keberlangsungan seni tradisi yang berkembang di Bali.
Dukungan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap masyarakat dan kebudayaan lokal. Clarissa menyebut program CSR itu sekaligus mendukung program dan kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster dalam menjaga serta melestarikan adat dan budaya Bali.
Penyerahan CSR ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi Bali. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat pelestarian budaya di tingkat desa adat dan komunitas.