Breaking

Tanpa Liga Champions, Juventus Alami Kerugian Finansial "Bloodbath"

RE
Jumat, 02 Oktober 2026
Tanpa Liga Champions, Juventus Alami Kerugian Finansial "Bloodbath"

NAVIGASI.CO.ID — Juventus harus menerima kenyataan pahit bermain di Liga Europa musim ini setelah finis di posisi keenam Serie A. CEO klub, Giovanni Carnevali, menyebut absennya pendapatan dari Liga Champions sebagai "bloodbath" yang menggerus keuangan klub. Pernyataan itu disampaikan Carnevali dalam ajang Festival dello Sport.

Finis di urutan keenam Serie A musim lalu membuat Juventus gagal lolos ke Liga Champions. Dampaknya langsung terasa pada neraca keuangan klub, terutama di bursa transfer yang serba terbatas.

Carnevali: Finansial Tanpa Liga Champions Jadi Masalah Serius

Carnevali tidak menampik bahwa posisi empat besar adalah kunci stabilitas finansial. Menurutnya, sepak bola kini lebih banyak digerakkan oleh sisi bisnis ketimbang aspek olahraga semata.

"Finis di empat besar memberi Anda jaminan finansial, dan tahun ini kami mengalami kerugian tanpa Liga Champions," ujar Carnevali.

"Ini sudah jadi lebih bisnis daripada sepak bola. Lain cerita kalau Anda lolos ke Liga Champions, kalau tidak, itu bloodbath. Meski begitu, kami tidak akan puas hanya dengan empat besar, target kami adalah menang."

Tekanan Aturan UEFA dan Strategi Bursa Transfer

Juventus tetap harus mematuhi parameter finansial UEFA di tengah kondisi keuangan yang menekan. Carnevali menyebut klub akan melihat perkembangan pasar sebelum mengambil langkah besar.

"Kami fokus untuk tetap kompetitif, lalu tentu saja kami harus menghormati parameter UEFA. Kami akan lihat bagaimana pasar berkembang dan peluang apa yang ada," katanya.

Klub disebut mungkin terpaksa melakukan penjualan besar pada bursa transfer musim panas mendatang jika situasi keuangan tidak membaik.

Alajbegovic dan Harapan Penjualan Masa Depan

Di tengah keterbatasan, Juventus berhasil mengamankan tanda tangan Kerim Alajbegovic dari bawah hidung Chelsea. Carnevali mengakui harga pasar transfer saat ini sangat menggelembung.

"Pasar transfer sangat inflasi saat ini, pemain berpindah dengan nilai besar, dan itu membuat sebagian pemain di luar jangkauan klub Italia," ujarnya.

"Dengan Alajbegovic, kami pikir dia pemain muda yang menjanjikan. Kami butuh seseorang yang di masa depan bisa dijual seharga 70-80 juta euro."

Spalletti Dipertahankan, Isu Conte Dibantah

Kritik sempat mengarah ke pelatih Luciano Spalletti musim ini, terutama setelah kekalahan dari Sassuolo. Nama Antonio Conte pun dikaitkan dengan kursi pelatih Juventus.

"Spalletti tidak perlu saya bela," tegas Carnevali. "Saya pikir di momen sulit seperti kekalahan dari Sassuolo, dia jadi sasaran, tapi Spalletti adalah pelatih luar biasa."

"Coba saja Anda datang ke sesi latihannya, mulut Anda akan ternganga. Kalau saja ada lebih banyak pelatih seperti Spalletti di Serie A."

Soal Conte, Carnevali membantah keras rumor tersebut. Menurutnya, mantan pelatih Napoli itu tidak pernah masuk dalam pertimbangan klub.

"Conte adalah teman, saya tahu dia pelatih top, tapi dia tidak ada dalam pikiran kami dan tidak pernah ada," jelasnya.

"Sudah terlalu banyak perubahan di Juventus beberapa tahun terakhir. Anda tidak bisa membangun sesuatu tanpa fondasi yang kokoh."

Isu Del Piero dan Arah Pengembangan Pemain Muda

Rumor soal pendekatan terhadap Alessandro Del Piero untuk posisi Presiden Juventus juga dibantah Carnevali. Ia menyatakan tidak ada kebenaran dalam kabar tersebut.

Juventus menjadi klub pertama yang membentuk tim muda yang bermain di Serie C melalui skuad Next Gen. Carnevali berharap bisa membawa lebih banyak pemain Italia ke dalam tim.

"Ide saya adalah membawa lebih banyak pemain Italia, tapi itu tidak mudah. Kami punya Next Gen dengan pemuda menarik yang bisa bekerja dengan kami atau dipinjamkan ke tempat lain," tutupnya.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua