Breaking

BMKG Peringatkan Banjir Rob di 21 Wilayah Pesisir NTB pada 26-30 September 2026, Pasang Maksimum Capai 1,9 Meter

RE
Sabtu, 26 September 2026
BMKG Peringatkan Banjir Rob di 21 Wilayah Pesisir NTB pada 26-30 September 2026, Pasang Maksimum Capai 1,9 Meter

MATARAM — Prakirawan Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Tri Widiarto, menyebut waktu pasang maksimum di Lombok Barat berlangsung pukul 23.00 sampai 01.00 WITA. Adapun pasang di Bima terjadi mulai pukul 00.00 hingga 12.00 WITA.

"Tinggi pasang maksimum mencapai 1,9 meter," ujarnya di Mataram, Sabtu.

Wilayah Pesisir Lombok, Sumbawa, dan Bima yang Berpotensi Terdampak

Di Pulau Lombok, kawasan yang berpotensi terdampak banjir rob meliputi Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok.

Di Pulau Sumbawa, wilayah yang perlu waspada mencakup Sumbawa dan Labuhan Badas. Adapun di wilayah Bima, potensi rob menyasar Palibelo, Belo, Woha, Bolo, Lambu, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu'u, dan Asakota.

Kaitan Purnama Panen dan Gaya Gravitasi Bulan

Banjir rob pada akhir September 2026 berkaitan dengan gaya gravitasi bulan. Fenomena Purnama Panen atau Harvest Moon menghiasi langit pada 26-27 September 2026.

Puncak Bulan Purnama yang bertepatan dengan musim panen jagung tersebut terjadi saat tengah malam dan dini hari. Untuk wilayah barat, puncaknya pukul 23.49, wilayah tengah pukul 00.49, dan wilayah timur Indonesia pukul 01.49.

Gelombang Laut 2,5 sampai 4 Meter di Selat Lombok hingga Samudera Hindia

Selain banjir rob, BMKG memperingatkan gelombang laut setinggi 2,5 sampai 4 meter. Wilayah yang berpotensi terdampak adalah Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, perairan selatan Sumbawa, dan Samudera Hindia di selatan NTB.

Imbauan untuk Warga Pesisir dan Bantaran Sungai

Tri mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir Lombok dan Bima, bantaran sungai, serta daerah yang lebih rendah agar waspada dan siaga. Warga diminta mengantisipasi dampak pasang air laut maksimum, termasuk banjir rob.

Ia juga meminta masyarakat terus memantau perkembangan cuaca dan gelombang terkini melalui kanal informasi resmi BMKG.

Sumber: bali.antaranews.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua