Kabut Asap Kini Ganggu Pendidikan dan Ekonomi, Mahasiswa Angkat Bicara
NAVIGASI.CO.ID — Kabut asap tidak hanya berdampak pada kesehatan pernapasan, tetapi juga mengganggu sektor pendidikan dan ekonomi masyarakat. Mahasiswa menilai dua sektor itu jarang mendapat perhatian dalam penanganan bencana asap.
Kabut asap yang melanda sejumlah wilayah menimbulkan kekhawatiran lebih dari sekadar gangguan pernapasan. Kalangan mahasiswa menyoroti dampak yang menyentuh dunia pendidikan dan perekonomian warga.
Mereka menilai dua sektor itu kerap terabaikan dalam pembahasan penanganan asap. Padahal efeknya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Mengapa Pendidikan Ikut Terdampak
Kabut asap memaksa sejumlah sekolah menghentikan kegiatan belajar mengajar. Siswa kehilangan hari efektif belajar karena kualitas udara dinilai tidak aman.
Proses belajar yang terputus membuat capaian materi tidak berjalan sesuai jadwal. Mahasiswa menyoroti hal ini sebagai persoalan yang jarang dihitung dalam evaluasi bencana.
Tekanan pada Ekonomi Warga
Di sisi lain, aktivitas ekonomi warga turut melambat. Pedagang dan pekerja harian kehilangan penghasilan ketika ruang gerak mereka terbatas akibat kabut.
Biaya kesehatan yang muncul bersamaan dengan penurunan pendapatan membuat beban rumah tangga bertambah. Mahasiswa menilai kondisi itu perlu masuk dalam perhitungan kerugian.
Yang Perlu Diwaspadai soal Kesehatan
Kabut asap mengandung partikel halus yang bisa masuk ke saluran pernapasan. Paparan berulang berisiko memicu batuk, sesak, hingga infeksi saluran napas.
Kelompok paling rentan adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit paru atau jantung. Mereka perlu lebih dulu dilindungi saat kualitas udara memburuk.
Penggunaan masker yang tepat dan mengurangi aktivitas luar ruang menjadi langkah sederhana yang dianjurkan. Rumah sebaiknya ditutup rapat agar partikel tidak masuk.
Kapan Harus ke Dokter
Segera cari bantuan medis bila muncul sesak napas, nyeri dada, atau batuk berkepanjangan. Gejala yang memburuk saat kabut asap pekat tidak boleh dibiarkan.
Anak yang tampak lemas atau mengalami kesulitan bernapas juga perlu segera diperiksa. Jangan menunggu kondisi memburuk sebelum mencari pertolongan.
Sorotan mahasiswa menegaskan bahwa penanganan kabut asap perlu melihat dampak lintas sektor, bukan hanya kesehatan. Pendidikan dan ekonomi warga sama-sama menanggung akibatnya.
Bagi masyarakat, menjaga perlindungan diri tetap menjadi langkah pertama. Konsultasikan ke tenaga kesehatan bila gejala mengganggu aktivitas harian.