Pementasan "Bibi Anu" Tutup Gebyar Literasi Denpasar 2026, Bunda Literasi Ikut Berperan di Atas Panggung
DENPASAR — Pementasan "Bibi Anu" memadukan drama, seni, dan pesan edukasi dalam satu garapan. Selain Ny. Sagung Antari Jaya Negara, panggung itu juga diisi Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa yang berkolaborasi bersama seniman Naluri Manca.
Puncak acara dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar AA Putu Gede Wibawa, sejumlah pimpinan OPD, pegiat literasi, dan ratusan siswa.
Wawali: Literasi Harus Melatih Warga Berpikir Kritis di Era AI
Dalam sambutannya, Wawali Arya Wibawa menegaskan gerakan literasi tidak boleh berhenti pada seremonial atau sekadar kemampuan membaca dan menulis. Menurut dia, era digital dan kecerdasan artifisial menuntut masyarakat mampu berpikir kritis serta menyaring arus informasi.
"Literasi hari ini tidak cukup hanya dengan membaca dan menulis. Masyarakat harus mampu memahami, memilah, dan mengolah informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat. Literasi harus memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup krama Denpasar," tegas Arya Wibawa.
Ia memaparkan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Kota Denpasar mencapai nilai 83,38 pada 2024. Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) kota itu tercatat 76,11.
11 Penerbit hingga Lomba ASN Menulis Artikel Meriahkan Gelis 2026
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar Cokorda Gede Partha Sudarsana menjelaskan Gelis 2026 mengusung tema "Literasi Kuat, Melangkah Serentak Ciptakan Dampak". Kegiatan berlangsung 2–3 Oktober 2026 dan bertepatan dengan Hari Kunjung Perpustakaan.
Rangkaian acara mencakup Bincang Literasi, book fair yang melibatkan 11 penerbit, pelatihan penulisan cerpen dan resensi, serta sejumlah lomba edukatif. Kompetisi itu digelar mulai tingkat SD, SMP, hingga kategori ASN Menulis Artikel.
"Kami merancang Gebyar Literasi sebagai ruang bersama untuk membudayakan gemar membaca secara masif dan berkelanjutan demi mendukung visi Denpasar Maju," ujar Cok Partha.
Literasi sebagai Gerakan Warga, Bukan Sekadar Seremoni Tahunan
Gelis 2026 menempatkan pegiat literasi, pelajar, dan ASN sebagai peserta aktif, bukan hanya penonton. Lomba menulis artikel untuk kalangan ASN, misalnya, mendorong aparatur daerah menuangkan gagasan kebijakan lewat tulisan.
Pelibatan 11 penerbit dalam book fair memberi warga akses langsung ke buku baru. Sementara pelatihan cerpen dan resensi menyasar keterampilan menulis yang selama ini jarang disentuh dalam agenda literasi daerah.
Denpasar menjadi salah satu kota dengan capaian TGM dan IPLM yang tergolong tinggi di Bali. Dua indikator itu kerap dipakai pemerintah daerah untuk mengukur keberhasilan pembinaan perpustakaan dan budaya baca masyarakat.